Opini : Industri Pariwisata Tetap hati-hati Ber eforia…Setelah Bali Dibuka

  • -

Opini : Industri Pariwisata Tetap hati-hati Ber eforia…Setelah Bali Dibuka

Penulis : Arifin Hutabarat

Industri Pariwisata tetap hati-hati ber eforia…setelah Bali dibuka
Gipi menyatakan bahwa Industri Pariwisata tetap hati-hati ber eforia…setelah Bali dibuka. Harihari ini di pertengahan bulan Maret ada suasana yang sangat menggembirakan hampIr menjadi “eforia” bagi pelaku industri pariwisata di Indonesia, terutama di pulau primadonnanya, Bali,yang sebelumnya selama enam bulan mereka seakan menangis berkepanjangan, lantaran business pariwisata di pulau itu yang “mati kutu” tak bergerak sama sekali. Telah resmi diumumkan bahwa Pemerintah Indonesia akan mencabut persyaratan karantina bagi wisatawan asing yang datang ke Bali mulai 14 Maret 2022.

Bersamaan itu dari Amerika Serikat dihembuskan kabar bahwa dibandingkan dengan yurisdiksi lain di Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa dan di seluruh dunia, COVID-19 secara resmi telah berakhir.
GIPI mengutip satu berita media bahwa ke-hatihatian secara ektrim diingatkan oleh satu berita dalam negeri seperti ini….. SUPER WASPADA
Patuhi Protokol Kesehatan
Berikut ini detail sebaran 37.259
kasus baru COVID-19 di Indonesia

Tgl 3 Maret 2022
1. Jawa Barat : 7.645
2. DKI Jakarta : 4.669
3. Jawa Timur : 4.135
4. Jawa Tengah : 3.244
5. Di Yogyakarta : 2.541
6. Banten : 1.735
7. Sumatera Utara : 1.648
8. Kalimantan Timur : 1.629
9. Nusa Tenggara Timur : 1.065
10.Kalimantan Barat : 942 , dst.

Sementara itu Pemerintah tanpa lelah melanjutkan program mengatasi krisis besar pandemic ini dengan konsep dan praktek yang telah meyakinkan bukan saja kita tetapi dunia, bahwa dengan vaccinasi…”we are on the right track.”..kata Ketua Umum Gipi Didien Junaedy.

Terkait itu dia mengingatkan bahwa Gipi sedari awal mendeklarasikan PERANG terhadap covid-19 yang disambut dan digemakan oleh pemrintah melalui Kemenparekraf. Banyak kemajuan kini telah dicapai, industri pariwisata kita mulai tergerakkan, Namun menurut Didien Junaedy, sebagian industri Indonesia tetap menyuarakan kehati-hatian terhadap pancarobanya pasar dunia terkait ancaman pandemic dan covid-19.

Asosiasi seluruh unsur industri pariwisata, GIPI ini, atau Gabungan Industri Pariwisata Indonesia di banyak tempat dan kesempatan tiada henti menganjurkan agar sekarang dan seterusnya pengembangan pariwista domestic agar dipertimbangkan memerlukan satu konsep yang komprehensif, tersistem, terstruktur dan terukur. Pasarnya relative stabil dengan hampir 300 juta warga, nyaris bersifat “captive market,…maka perlu dikelola secara modern, begitu antara lain disimpulkan Ketua Umumnya, Pariwisata akan diukur keberhasilannya pada jumlah penciptaan lapangan kerja, itu antara lain ditekankannya.

Adalah kebetulan Menteri Pariwisatanya pernah menyatakan pengembangan wisata desa akan merupakan program unggulan Kementerian (Pariwisata)nya. Dapat diperkirakan SEDARI KINI, secara teoritis dan tekhnis, EKONOMIS MAUPUN SOSIOLOGIS,… pengembangan wisata desa nanti akan terbukti identic dengan pengembangan pariwisata domestic.

Dan disitulah nanti tantangan yang paling menggiurkan bagi peran positif PENTAHELIX….Apa itu Pentahelix? Suatu kolaborasi ATAU URUN REMBUG di antara unsur-unsurnya.Disingkat terdiri dari ABGCM, dipopulerkan ketika Menteri
Pariwisata dijabat oleh Arief Yahya, yaitu Akademisi, Business,Government, Community, dan Media.*

Image Source : Travel Kompas