Category Archives: Berita

  • -

Kemenparekraf Dorong Desa Airmadidi Bawah Minut Sulut Jadi Desa Wisata Unggulan di Likupang

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), mendorong pengembangan Desa Air Madidi Bawah yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, agar menjadi desa wisata unggulan di Kawasan Destinasi Super Prioritas Likupang.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Desa Wisata di Desa Airmadidi Bawah pada Senin (20/06/2022), pihaknya memperkenalkan dan meningkatkan sinergi stakeholder dalam pengembangan destinasi pariwisata dan menyosialisasikan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata di desa wisata serta menyosialisasikan pengelolaan desa wisata.

“Banyak Potensi Desa Wisata Airmadidi Bawah yang bisa dikembangkan seperti Tumatenden, Kolam Mata Air Bidadari, dan Taman Purbakala Waruga,” kata Vinsensius dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

Sehingga, Vinsensius menilai potensi yang ada di Desa Wisata Airmadidi Bawah ini perlu dikembangkan lebih lanjut. Hal serupa diamini oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan.

Wawan menambahkan pengembangan Desa Wisata Airmadidi Bawah memerlukan sinergi dari stakeholder terkait. “Melalui sinergitas pengembangan desa wisata berbasis inovasi, adaptasi, dan kolaborasi program-program dari K/L lain bisa menciptakan destinasi yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Wawan.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Adriana Charlotte Dondokambey, mengungkapkan perkembangan sektor pariwisata di Indonesia beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup tajam dan signifikan. Namun pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini menjadikan sektor pariwisata terdampak, dari sisi penurunan jumlah wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara selama beberapa waktu.

Dengan adanya pola kebiasaan baru saat ini, perlu ada tatanan baru dalam skema pariwisata sehingga dapat meningkatkan semangat baru pada sektor pariwisata. Kebutuhan wisata dalam hal desa wisata dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Melalui pengembangan desa wisata ini, diharapkan bisa memotivasi pemerintah desa dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan desa-desa wisata baru sebagai pengungkit perekonomian desa dan daerah. Di mana pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Adriana.

Bimbingan teknis ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Menparekraf Bidang Pengembangan Usaha, Dadang Rizki Ratman; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Henry Kaitjily; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Audy Sambul; Ketua Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Provinsi Sulawesi Utara, Christian Tambingon; serta perwakilan pokdarwis, UMKM, dan seniman setempat.

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/


  • -

Kemenparekraf Kolaborasi dengan PT KAO Kembangkan Desa Wisata di Indonesia

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan PT KAO Indonesia untuk mengembangkan desa wisata dan homestay yang ada di Tanah Air.

Menparekraf Sandiaga saat jumpa pers di The Westin Nusa Dua, Bali, Selasa (21/6/2022) menjelaskan Kemenparekraf berkolaborasi bersama PT KAO Indonesia berkolaborasi kemitraan pentahelix sebagai upaya untuk mewujudkan Desa Wisata yang bersih, sehat, aman, dan lestari.

“Dalam rangka mendukung dan meningkatkan standar kebersihan dan kenyamanan homestay di Desa Wisata, PT Kao Indonesia menyediakan paket berisi produk KOA Indonesia yang akan sebagai fasilitas penunjang (amenities) untuk homestay yang berada di desa wisata,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan, pihaknya bersama PT KAO Indonesia sudah meninjau secara langsung kelokasi desa wisata Undisan di Bali sekaligus menyerahkan paket produk Kao Indonesia kepada Kepala Desa yang dapat digunakan sebagai homestay amenities.

“Kami berkomitmen bersama-sama untuk melaksanakan program edukasi promosi kesehatan dan kelestarian lingkungan di desa wisata dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman pemilik homestay dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungannya,” katanya.

Program desa wisata menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru selanjutnya di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa. 

“Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia. Selain itu dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf,” kata Menparekraf Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula, Chairperson AVPN Veronica Colondam. Turut hadir mendampingi Menparekraf seluruh jajaran deputi di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf. 

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/


  • -

Menparekraf: Bali Trail Running 2022 Perkuat Geliat Kebangkitan Parekraf Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan “Bali Trail Running 2022” yang akan memperkuat geliat kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. 

Saat menghadiri “Bali Trail Running 2022” di Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (15/5/2022), Sandiaga mengatakan, event ini diikuti 509 peserta dari tanah air dan mancanegara yang menandakan tingginya antusiasme wisatawan untuk kembali menikmati keindahan alam Bali.  

“Bali Trail Running 2022” sendiri terbagi dalam dua kategori yakni 335 peserta lari 15 kilometer dan 174 peserta lari 30 kilometer. 

“Ini kita harapkan bisa terus memicu dan memacu kepulihan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali,” kata Sandiaga.

Event ini, lanjut Sandiaga, juga berhasil membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini terbukti dengan keterlibatan sekitar 100 pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan ajang lari yang melintasi kaki Gunung Batur ini.

Selain itu, Sandiaga mengungkapkan, berkat pelaksanaan event ini, hotel-hotel dan restoran yang ada di kawasan Kintamani juga dipenuhi oleh pengunjung. 

“Ini yang kita inginkan bahwa setiap event akan mendatangkan tamu, tamu akan menggeliatkan ekonomi, lapangan kerja terbuka, kesejahteraan masyarakat meningkat. Itu yang kita inginkan dari pemerintah pusat,” katanya.

Sandiaga sendiri ikut berlari di kategori 15 kilometer dan melepas para peserta trail running di garis start. 

“Race safe, stay safe, make sure you do care about the environment, and hopefully, this event will bring recovery for the tourism in Bali,” ujar Sandiaga.

Dalam kegiatan ini, Sandiaga didampingi oleh Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati; dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Komang Charles.

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/


  • -

Digitalisasi Jadi Solusi Berkelanjutan dalam Pengembangan Sektor Parekraf Global

Isu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif mewarnai diskusi para delegasi G20 dalam “The 1st Tourism Working Group” Indonesia 2022 di Labuan Bajo, Selasa (10/5/2022).

Sebagaimana diketahui, isu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif adalah salah satu isu prioritas pada lima line of action (pilar aksi) agenda Presidensi Tourism Working Group G20 Indonesia. 

Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, saat memimpin “The 1st Tourism Working Group” Indonesia 2022, di Labuan Bajo, Selasa (10/5/2022), menyampaikan bahwa fokus dalam pembahasan ini adalah nantinya masyarakat mampu lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku ekonomi kreatif ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Forum ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital, sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di semua negara dapat memanfaatkan potensinya yang luas, ” ujar Frans Teguh. 

Dalam diskusi tersebut delegasi sepakat bahwa digitalisasi, inovasi, adalah solusi berkelanjutan dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif global. 

Selain itu delegasi juga sepakat bahwa digitalisasi berperan penting pada perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi. Oleh karena itu, para delegasi mendorong  pelatihan digitalisasi untuk pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata sehingga pemulihan dan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi COVID-19 dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Teknologi digital ini juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan masa depan dalam keterkaitan rantai nilai pariwisata pascapandemi,” ujar Frans. 

Dalam kesempatan itu, para delegasi juga berkesempatan membahas perlunya pembuatan aplikasi pertukaran informasi pebukaan kembali sektor wisata di dunia. 

“Aplikasi ini memainkan peran penting dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut,” ujar Frans. 

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/


  • -

Kemenparekraf Akan Perkuat Informasi Tentang Do and Don’t Bagi Wisatawan di Destinasi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memperkuat informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don’t) wisatawan saat berkunjung ke destinasi maupun sentra ekonomi kreatif tanah air. 

Hal ini terkait beberapa hal yang tidak sesuai norma yang dilakukan wisatawan mancanegara (wisman) misalnya di sejumlah destinasi wisata di Bali dalam beberapa waktu terakhir. 

“Informasi ini harus bisa kita sampaikan di tengah upaya kita memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahwa di tengah upaya itu tentu ada kearifan juga penghormatan kepada adat istiadat daerah setempat. Ini harus bisa terus disampaikan dan disosialisasikan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam “Weekly Press Briefing” yang digelar secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, Senin (9/5/2022) sore. 

Beberapa langkah yang akan dilakukan diantaranya diseminasi informasi melalui berbagai saluran media yang dimiliki Kemenparekraf/Baparekraf. Termasuk dengan memaksimalkan algoritma di sosial media agar informasi yang disampaikan tepat sasaran. 

Serta juga dengan mengajak seluruh pihak terkait turut menyebarkan informasi, termasuk pengelola destinasi juga para pemandu wisata (guide). 

“Harapannya kita terus bisa menyosialisasikan kepada wisatawan bahwa ada norma-norma yang harus dijaga, dan ini yang harus kita lakukan edukasi karena mungkin di negara asal mereka tidak berlaku norma-norma seperti itu. Edukasi ini harus kita lakukan dengan penuh pembinaan agar ini juga tidak merusak reputasi kita dalam keramahtamahan dan tentunya dalam pemulihan ekonomi kita,” ujar Sandiaga. 

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan bahwa ada kode etik kepariwisataan yang harus menjadi acuan bagi semua orang. Bukan hanya bagi pengelola/pemilik destinasi, tapi juga wisatawan. 

Hal ini tentu menjadi tugas bersama. Tidak hanya pemerintah tapi juga seluruh pemangku kepentingan (pentahelix) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

“Ada do’s and don’ts yang harus dipatuhi oleh wisatawan di suatu tempat, tapi tugas tuan rumah juga untuk menyampaikan apa yang boleh dan apa yang tidak. Mungkin ini agak kurang barangkali yang ada di destinasi tersebut sehingga pengelolanya kemudian guide-nya juga, media pun bisa membantu dalam hal ini jadi semua stakeholder mestinya terlibat dalam hal ini,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.  

“Tentu wisatawan akan sukarela mematuhi apabila kita memang sudah melakukan edukasi tersebut,” kata Giri.  

Sementara Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani mengajak media untuk turut serta membantu menyebarluaskan informasi ini. 

“Tentunya kami dari pemerintah akan berupaya melalui relasi media untuk memberikan sosialisasi dan juga apa yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan ketika berada di destinasi. Di Bali dan berbagai daerah lain terdapat adat istiadat yang memang harus diinformasikan lebih awal kepada wisatawan ketika akan mengunjungi sebuah destinasi. Tentunya ini akan terjadi kolaborasi semua pihak,” ujar Dewi. 

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/


  • -

Kemenparekraf Apresiasi Kesiapan BPOLBF Sambut TWG 1 di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi kesiapan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dalam menyambut Tourism Working Group (TWG) 1 atau kelompok kerja pariwisata pada Presidensi G20 Indonesia 2022, yang akan berlangsung pada 10-11 Mei 2022, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Fransiskus Xaverius Teguh, dalam keterangannya menyampaikan bahwa BPOLBF telah siap menghadirkan berbagai fasilitas publik di Labuan Bajo yang diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat dan wisatawan. Salah satu yang telah disiapkan adalah Waterfront City. 

“Kemenparekraf/Baparekraf bersama pemerintah pusat terus melakukan pengawasan di lokasi pendukung penyelenggaraan event G20, yang salah satunya berada di Labuan Bajo. BPOLBF bersama kementerian lembaga dan stakeholder telah merampungkan pengembangan Waterfront City di Labuan Bajo, untuk mendukung penyelenggaraan TWG 1,” ujar Fransiskus. 

Fransiskus menjelaskan hadirnya Waterfront City diharapkan menjadi salah satu pendorong lahirnya ide kreatif masyarakat, sehingga dapat menggerakan perekonomian daerah dan mewujudkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi bisa terealisasi. 

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina, menyampaikan Waterfront City Labuan Bajo sebagai kesatuan kolaborasi lintas Kementerian dan Lembaga merupakan salah satu simbol kesiapan Labuan Bajo untuk ekosistem pariwisata yang lebih berkualitas di NTT sebagai destinasi super prioritas. 

“Waterfront City yang menjadi magnet baru pariwisata di Labuan Bajo dan menghidupkan kembali ruang publik komunitas kreatif dan UMKM lokal yang mulai bangkit,,” kata Shana. 

Waterfront City Labuan Bajo terdiri dari pengembangan pada lima zona terintegrasi sepanjang 4.5 KM. Zona satu, untuk membangun zona pejalan kaki atau promenade di Bukit Pramuka; zona dua untuk pembangunan promenade di Kampung Air; zona tiga untuk pembangunan plaza, menara pandang, ruang publik, dan terminal penumpang; zona empat untuk pembangunan promenade yang juga merupakan bagian dari plaza hotel BUMN; dan zona lima untuk pembangunan promenade area kuliner dengan struktur kantilever. 

Shana menjelaskan setiap zona dilengkapi sarana dan prasarana yang mendukung. Salah satunya, Tourist Information Center (TIC) yang berada di zona tiga. TIC dibangun dan dikelola untuk membantu pengunjung mencari informasi terkait pariwisata d di Labuan Bajo. TIC akan menjadi pusat informasi dan pelayanan publik untuk wisatawan di Labuan Bajo dan sekitarnya. 

Selain itu, dalam mendukung perhelatan internasional tersebut, berbagai paket wisata di Labuan Bajo telah dipersiapkan, yang bisa dilihat di https://www.indonesia.travel/gb/en/campaign/g20-indonesia-2022/labuan-bajo. 

“Labuan Bajo siap menyambut perhelatan internasional tersebut dan perhelatan internasional lainnya ke depan. BPOLBF hadir sebagai representasi pemerintah pusat di daerah yang  mengorkestrasikan seluruh kepentingan dalam membangun pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Shana. 

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/

 


  • -

Dorong Kebangkitan Pariwisata, GIPI Gelar Munas dan Travel Mart

Category : Berita

Jakarta (Paradiso) – Dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk pasca pandemi Covid-19, GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) bersiap mengadakan Munas ke-2 sekaligus menggelar kegiatan GIPI Tourism Industry Mart yang pertama.

Kegiatan tersebut akan digelar pada 8-9 Juni 2022 di Sutera Hall Alam Sutera, Tangerang – Banten. Tidak kurang 35 Asosiasi Industri
Pariwisata Indonesia yang merupakan anggota GIPI akan hadir pada acara tersebut. Acara tersebut juga dijadwalkan akan dihadiri Gubernur dan Kementerian lembaga terkait.

Ketua Panitia Munas II GIPI, Panca R. Sarungu menjelaskan acara ini digelar dengan tujuan membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi covid-19, selain itu juga sebagai momen melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja GIPI dan kinerja kepengurusan serta menyusun program kerja untuk tahun berikutnya.

“Tak kalah pentingnya juga sebagai ajang temu silahturahmi serta menyerap aspirasi para anggota GIPI dan DPD setelah sekian lama tidak bertemu akibat pandemi,” ungkap Panca Sarungu saat rapat daring persiapan Munas II GIPI di Jakarta, Minggu malam (24/04/2022).

Panca menambahkan selain sebagai ajang menjaga hubungan baik dengan sesama anggota GIPI, Munas tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan kerjasama antar anggota dan membantu pemerintah dalam mempromosikan Pariwisata Indonesia.

“Sebab itu, selain Munas kita juga menggelar GIPI Tourism Industry Mart dimana akan ada 30 booth yang akan mempromosikan produk wisata dari anggota GIPI. Dihari kedua baru digelar Musyawarah Nasional ke-2 GIPI,” tutur Panca Sarungu.

Kegiatan travel mart ini, lanjut Panca, sejalan dengan tujuan Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno dalam membangkitkan Pariwisata Indonesia kembali dan membuka lapangan kerja seluasnya, sebab itu GIPI Tourism Industry Mart merupakan event business to business yang berperan sebagai jembatan pemersatu dalam melakukan penawaran bisnis serta untuk mempromosikan produk milik anggota GIPI kepada calon pembeli khususnya dibidang pariwisata.

“GIPI Tourism Industry Mart ini menggunakan sistem Round Robin. Selain itu akan ada berbagi ilmu dari pakar industri pariwisata tentang bagaimana sektor pariwisata menjadi sumber devisa utama untuk Indonesia. Akan ada 200 peserta yang terdiri dari Seller dan Buyer,” ungkap Panca Sarungu.

Panca menjelaskan seller terdiri dari Perusahaan atau Instansi yang merupakan anggota GIPI, sedangkan buyer terdiri dari Biro Perjalanan Wisata (BPW), Agent Perjalanan Wisata (APW), Corporate, Asosiasi dan para industri pendukung pariwisata serta instansi lainnya.

Kesempatan sama, Ketua Umum GIPI, Didien Junaedy mengatakan Munas GIPI yang digelar 5 tahun sekali ini juga akan menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia terkait kebijakan kepariwisataan Indonesia kedepan.

“Ini ajang kumpul seluruh asosiasi pariwisata Indonesia, kami berdiskusi, tukar pendapat, menyampaikan aspirasi yang nanti kita hasilkan rekomendasi untuk pemerintah Indonesia dalam melakukan kebijakan pariwisata kedepan. Ini salah satu bentuk sumbangsih pikiran GIPI kepada pemerintah,” ungkan Didien Junaedy.

Didien berharap seluruh anggota bisa untuk saling mendukung pengembangan organisasi pariwisata di Indonesia, bisa mengelola organisasi pariwisata dan penerapan adaptasi baru paska pandemi.

“Dan juga membuka peluang baru dengan berbagai ide dan gagasan dalam menunjang sektor pariwisata. Kolaborasi efektif antara GIPI dengan Kemenparekraf maupun dengan organisasi lainnya dan dengan kalangan industri lainnya,” pungkas Didien Junaedy. (*)

Sumber : https://paradiso.co.id/


  • -

Menparekraf Ajak Pelaku UMKM Tingkatkan Inovasi dan Kolaborasi dalam Kembangkan Usaha

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku UMKM tanah air untuk selalu meningkatkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam upaya mengembangkan usaha.

Menparekraf Sandiaga dalam diskusi “Kajian Ekonomi Series 4: #Inisaatnya UMKM dan Anak Muda Berdaya Saing Global” yang disiarkan secara daring, Selasa (26/4/2022), mengatakan, di tengah masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 yang dihadapi Indonesia dan dunia saat ini, para pelaku UMKM tidak boleh menyerah terhadap keadaan. 

“Jangan menyerah itu berarti berani mengambil risiko,” kata Sandiaga.

Risiko tersebut, lanjut Sandiaga, perlu diambil untuk berinovasi dan beradaptasi dalam menjalankan usaha dan menghasilkan produk-produk UMKM yang berkualitas dan berkelanjutan. 

“Pelaku UMKM perlu berinovasi dengan ide-ide baru serta rajin berkolaborasi dengan pihak-pihak pentahelix,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Sandiaga juga mengajak para pelaku UMKM untuk ikut berkontribusi dalam perekonomian nasional. Sehingga peluang usaha baru dan lapangan kerja bagi masyarakat bisa terbuka lebar.

“Kita jangan pernah menyerah untuk menebarkan berkah, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, memberdayakan UMKM, dan juga terus berkontribusi untuk perekonomian nasional. Yang utama itu, kalau dalam berbisnis kita jujur, insyaallah bisnis kita akan laris dan barokah,” ungkap Sandiaga.

Pada kesempatan yang sama Musisi Rian Ekky Pradipta atau lebih dikenal Rian d’Masiv juga berpesan agar pelaku UMKM harus punya mimpi untuk mengembangkan usaha hingga go international. “Jangan takut untuk bermimpi, karena mimpi itu bisa kita wujudkan jika kita terus berusaha dan berdoa,” kata Rian.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf/Baparekraf, Selliane Halia Ishak serta sejumlah perwakilan pelaku UMKM.

Sumber : https://kemenparekraf.go.id/


  • -

Pariwisata Global Diproyeksi Bangkit ke Masa Pra Pandemi pada 2023

Jakarta, CNN Indonesia — World Travel and Tourism Council (WTTC) memprediksi pariwisata global kembali ke masa sebelum pandemi pada 2023.
Mengutip Reuters, Kamis (21/4), Direktur WTTC Julia Simpson mengatakan perkembangan sektor pariwisata berpotensi menyalip pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia tahun depan.

Ia memperkirakan sektor pariwisata tumbuh rata-rata 5,8 persen mulai tahun ini sampai 2032 mendatang. Angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang hanya 2,7 persen.

Menurut Simpson, sektor pariwisata akan menciptakan 126 juta pekerjaan baru.

“Pemulihannya akan sangat luar biasa sehingga akan pulih dengan sangat kuat. Ini tentu saja tergantung pada pembukaan kembali China,” kata Simpson.

Saat ini, China masih terus menerapkan lockdown di tengah lonjakan kasus covid-19. Hal itu berdampak negatif untuk perdagangan global hingga perjalanan domestik dan internasional.

WTTC memperkirakan PDB industri perjalanan dan wisata mencapai US$8,35 triliun pada tahun ini dan meningkat US$9,6 triliun pada tahun depan atau ke tingkat sebelum pandemi.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/


  • -

Inbound Tourism, Ke Arah Mana ?

Apakah Anda sudah Anggota IINTOA atau belum,tidak masalah, tapi jika businessnya bergerak selaku inbound tour business pasti sangat tertarik dengan kabar berikut ini.: IINTOA kepanjangannya, Indonesia Internasioal nbound Tour Operator Association. Jadi serupa ASITA yang khusus untuk perusahaan atau TA dan TO dengan bisnis yang memasukkan wisman ke Indonesia.

Asosiasi mereka berdiri justru di tengah berkecamuknya krisis dunia oleh corona dan covid-19. Begini kabarnya :Air travel between US and Europe up 863% in March 2022. Data recently released by the National Travel and Tourism Office (NTTO)(in Europe) show that in March 2022: U.S.- International air traffic passenger…
Judul itu saja mencerminkan keadaannya pasar bahwa, Medium haul flight untuk travel tourism kuatnya saat ini berada pada medium range yang lebih dekat,dan bukan pada long haul Eropa/dimana konsumen mengurangi pilihan jarak agar lebih dekat, terbang atau jarak waktu lebih pendek, …. Karena apa? Antara lain karena bertambahnya uang yg mereka harus persiapkan untuk dibawa bepergian, termasuk untuk asuransi, karantina dls.

Dengan kata lain tentu tidak logis kalau Anda di tengah suasana dan keadaan demikian Anda hendak mengarahkan kegiatan promosi ke pasar AS, membelanjakan uang promosi ke sana dengan mengharapkan konsumen alias calon turis dari AS akan membeli paket wisata Anda yang menawarkan terbang long-haul dari AS langsung ke Asia atau malah ke Indonesia…?
Jadi, kalaupun tetap bersemangat dengan business inbound tourism, memilih sasaran pasar lebih dekat seperti Asia Pasifik atau ASEAN, bukankah lebih masuk akal? Pemerintah pun tentu perlu mengambil arah yang sama, bukan?

Baiknya ini segera dielaborasi bersama lagi demi rencana operasional bidang pariwisata atau program tahun depan 2023. Bukankah anggaran tahun depan untuk bidang atu kegiatan non politik pada prakteknya di tahun depan akan cenderung berkurang? Dan sebaliknya akan lebih banyak anggaran akan terserap ke bidang politik ?*…

Penulis : Arifin Hutabarat

Source image : traveldailymedia.com